Friday, March 20, 2009

I am back !!

Wow ... 4 months already !

Sudah 4 bulan sejak terakhir kali nulis di blog ini pertengahan november tahun kemarin. Yg mau ditulis sebenarnya banyak, terlalu banyak malah sampai nggak sempat nulis apa-apa ... hahaha.

Actually, i've been really really busy since i went to Halmahera in november 2008 until i came back from Japan in february 2009. Yeah, four months with so many surveys, seminars, homeworks, exams, trainings and of course experiences i've never have before in my life. So many, even i could not write every single of them in this poor blog. 

Anyway, i am back now .... ;D

Sunday, November 9, 2008

On The Way to The North Moluccas - Part 1

 

Yah. Maluku. Tepatnya Halmahera, maluku utara. Tengah malam kemarin gw dapat pemberitahuan kalo gw dapat tugas mendadak buat ngelacak buoy yang hilang di perairan halmahera utara.

Kaget ? Ya iya lah. Siapa yg nggak kaget pas lagi asik-asiknya menikmati malam minggu tiba-tiba ada SMS masuk ngasih tau kalo gw harus siap pagi-pagi besok ke bandara. Gw aja baru baca SMS jam 1 malam. Kalo berangkatnya minggu pagi-pagi, gw nggak tidur dong emoticon. Untungnya besoknya, gw dapat konfirmasi kalo berangkatnya senin, jam 5 pagi. Fuuhh, masih bisa siap-siap dulu kan.

Senang ? Sudah pasti. Nggak ada yg lebih menyenangkan dibandingkan menjelajahi tempat-tempat baru. Apalagi gw baru pertama kali ke Halmahera, pasti seru ketemu sama penduduk asli di sana. InsyaAllah kalo nggak ada halangan gw sampe di sana, berarti hampir semua pulau besar di Indonesia sudah pernah gw injak. Hehehe ... emoticon

Bingung ? Nah ini dia. Ini kali kedua gw berangkat survey sendirian. Dulu sih pernah juga berangkat sendirian ke Bali. Tapi kalo di Bali nggak mungkinlah gw nyasar, lagian sebelumnya gw juga pernah beberapa kali ke sana. Sekarang gw mesti ke maluku utara, yg jelas pasti beda sama di Bali. Terus perjalanannya juga disambung-sambung, habis naik pesawat ke Ternate terus lewat jalur laut ke Sofifi, terus nyambung lagi ke Tobelo. Semoga nggak ada apa-apa di perjalanan. Amiin.

Takut ? Ehm ..... Iya juga. Tobelo kan dulu pernah terkenal dengan Genocide tahun 1999. Ketika itu ada konflik SARA, katanya banyak orang muslim dibunuh dalam semalam emoticon. Deg-degan juga sih.

Semoga aja bisa cepat sampai, terus cepat pulang. Bukannya apa. Kerjaan gw dalam satu setengah bulan ke depan luar biasa padat, mulai dari kerjaan kantor sampai tugas kuliah. Minggu ini mungkin terakhir kali gw bisa santai-santai.

Ok dah, mau siap-siap dulu. Nanti di sambung lagi kalo sudah sampe di Halmahera. Moga-moga di sana ada internet.

Friday, November 7, 2008

Naruto ~ Pain's Identity

 

Ok. Just as i thought before. The seven bodies of Pain which had been appeared in the manga were in fact, came from the other people's corpses (weird ..... emoticon). Pain collected some of them, and somehow, connected the dead bodies to himself with an unknown jutsu (or machine) by attaching a kind of metals as a set of studs on the bodies, so he could control them completely from the distance. In addition, he also could share his rinnegan to the bodies, in order to get each one's field of vision. As for Pain, he could hide somewhere and fight without getting worried to be beaten by the opponent.

By doing this, unless the opponent had the knowledge or ability to find and defeat the real body (probably Nagato), it would be almost impossible to defeat him in the combat. Cool !

This ability was almost similar with the former Akatsuki member, Sasori, but in my opinion, pain's one was more insane. Not only he made dolls from dead bodies, but he also could control them from the distance (without strings, offcourse), use the boddies former jutsus, and also could talk and coordinate with each other smoothly. And finally, why did he also use the cutest girl appeared in Naruto manga so far as his seventh body ? Why Kishimoto-san ? Whhhyy !!!!???

The most important question is, if pain is so extremely powerful, why did he still took orders from Madara Uchiha ? Does it mean Madara is more more powerful than him ???

Well, let's wait the next Naruto chapter (ch 425). By the way, the story itself became more intense and there would be more sad stories from the konoha peoples waiting for us.

Thursday, October 23, 2008

Musim hujan tlah tiba ...

Akhirnya, datang juga.

Citra terakhir satelit GMS (tanggal 23 Oktober 2008, jam 4.00 GMT) menunjukkan konsentrasi awan yg luar biasa di wilayah jawa, sumatera dan beberapa daerah lain di selatan ekuator. Arah angin dominan datang dari arah barat laut.

 

Hayo. siap-siap bawa payung tiap hari.

Monday, October 20, 2008

Master Course - Review 1

Nggak terasa, udah hampir 2 bulan kuliah master. Gimana kesannya kuliah lagi ? Udah pasti berkesan, gw juga jadi tambah semangat belajar lagi. Saking semangatnya sampe gw sempat diwanti-wanti untuk nggak mengabaikan pekerjaan di kantor gara-gara kuliah emoticon.

Iseng-iseng aja, mau bikin review tentang kuliah-kuliah yg sudah gw ambil semester ini, termasuk dosen-dosennya yg sudah berbaik hati mengajarkan banyak ilmu baru. Nama mata kuliah sama dosennya pake inisial aja kali ya, nggak enak kalo ntar ada komentar negatif. Kalo ada yg baca postingan ini, diharap tidak komen !!! Haha ... becanda ding, maklumlah ini postingan pribadi. Nggak usahlah dikomen ya. Tp kalo emang mau komen, sok atuh dikomen, namanya juga blog. Iya nggak ?

Mata kuliahnya diurutkan berdasarkan waktu kuliah aja kali ya ?

  1. MTL, 2 SKS, Dosen : Dr.RG, waktu kuliah : Senin siang. Kalo dari namanya, kuliah ini seharusnya lanjutan dari kuliah Kalkulus di S-1 dulu. Tapi, sampe sejauh ini lebih banyak merupakan review dari kuliah Kalkulus, hanya saja penerapannya lebih banyak untuk bidang teknik. Salah satu mata kuliah yg penempatan waktunya kurang tepat menurut gw. Soalnya, senin siang suka ada rapat di kantor, akibatnya gw udah bolos satu kali gara-gara hal ini. Secara umum, pak RG ngajarnya enak, walaupun kuliahnya lebih cenderung seperti dikte. Tingkat kesulitan : 4 dari 5.
  2. DSP, 3 SKS, Dosen : Prof.DG, waktu kuliah : Kamis pagi. Kuliah yg menarik karena beberapa metodenya nggak cuma bisa diaplikasikan untuk bidang teknik, tapi juga banyak dipakai untuk bidang sains. Pak DG, ngajarnya juga enak (mungkin karena beliau prof). Terkadang ada PR yg harus dikumpulkan, tetapi menurut gw itu bagus supaya kita mau belajar. Tingkat kesulitan : 3.5 dari 5.
  3. KF, 3 SKS, Dosen : Ibu R, waktu kuliah : Kamis siang. Mata kuliah yg paling 'unik' semester ini. Setiap kali selesai kuliah, kami (saya dan teman2) selalu bertanya-tanya, "Ini kuliah S-2 atau pelajaran SMU yak ?". Maklumlah, selalu ada PR setiap minggu, dan PRnya nggak cuma 1 atau 2 lembar, tapi minimal 5 lembar ! Kami bahkan harus membuat 'thesis' hanya dalam waktu 3 kali pertemuan kuliah. Hingga minggu ini, sudah 2 rim kertas, 2 box tinta printer, 1 keping DVD, dan puluhan jam (+ puluhan ribu rupiah) habis untuk membuat tugas-tugas mata kuliah ini emoticon. Si ibu yg ngajar lupa kali ya, kalo kita juga punya banyak kerjaan di kantor. Tingkat kesulitan : 3 dari 5 (harusnya cuma 2, tp karena banyaknya tugas, terpaksa nilai kesulitan untuk mata kuliah ini saya naikkan).
  4. KD, 3 SKS, Dosen : Dr.GW, waktu kuliah : Jumat pagi. Dari semua kuliah semester ini, mata kuliah ini yg paling 'misterius'. Nggak ada kuis, nggak ada PR, dan sang dosen yg ngajar susah ditebak jalan pikirannya. Beliau sangat pintar, suka mengisi berbagai kolom TI di surat kabar, hanya saja, karena beliau terlalu 'canggih', kita mahasiswanya agak kesulitan mengikutinya. Pokoknya, sewaktu mengajar, seolah-olah pak GW berada di dunia yg berbeda dengan kita ... hehehe .... emoticon. Tingkat kesulitan : antara 4-5 dari 5 (belum bisa diperkirakan).
Yah, cukup segini dulu. Review lanjutannya sehabis UTS minggu depan.

Friday, October 17, 2008

Mungkinkah Matahari Bersinar 36 Jam ? Mungkin Saja.

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

 

Haduh bagaimana ini ? Bukannya tadinya janji mau cuti ngeblog dulu ? Yah, gara-gara pesan YM yg bikin heboh kemarin, akhirnya saya nggak tahan pingin nulis di blog. Berikut pesannya :

"Pada tanggal 17 Oktober 2008, matahari akan terus menyinari kita selama 36 jam (1.5 hari). Dan selama itu Amerika dan tetangga2nya akan gelap 1.5 hari. Ini akan mengkonversi 3 hari menjadi 2 hari besar.Ini terjadi setiap 2400 tahun sekali. Kita beruntung dapat menyaksikan dan merasakannya,beri tahu teman2 yah.."

Dan seperti biasa, para jurnalis, peneliti, blogger sampe anak sekolah pada ribut gara-gara pesan singkat ini. Pertanyaannya tentu saja, apakah berita ini benar atau cuman hoax ?

Sebagian besar orang menganggap bahwa pesan ini adalah salah satu hoax 'terparah' yg pernah ada.

"Ini orang yg bikin pesan nggak pernah sekolah apa ? Anak SD aja tau kalo matahari itu bersinar tuh cuman sekitar 12 jam sehari. Kecuali kalo mau kiamat !", ketus seorang tetangga saya.

----------------


Well, menurut saya sendiri sih, pesan itu ada benarnya. Walaupun ada juga bagian ngaconya. Bingung ? Ok, kita bahas dulu yuk dari sisi scientific-nya.

Mungkinkah matahari bersinar selama 36 jam non-stop ?

Jawabannya, SANGAT MUNGKIN.

Jangankan 36 hari, matahari bisa bersinar non-stop selama 6 bulan !

Kalo misal anda lg dapat rezeki jalan-jalan ke negara-negara yg dekat kutub utara atau kutub selatan, misal Swedia, Norwegia dll anda dapat menyaksikan salah satu fenomena alam yg paling unik yg disebut Midnight Sun, atau kalo diterjemahkan secara kasar berarti Matahari di Tengah Malam.

Midnight Sun adalah fenomena yg hanya terjadi di daerah kutub utara/selatan dan sekitarnya (lingkar kutub) di mana matahari tetap terlihat bersinar di malam hari waktu setempat (24 jam non-stop). Berarti nggak ada malam dong ? Emang, dan fenomena ini nggak cuman terjadi selama 36 jam, tapi bisa berbulan-bulan. Orang yg persis berada di kutub utara atau selatan bahkan bisa mengalami 'siang hari' selama enam bulan non-stop tanpa ada 'malam hari', dan setelah itu sebaliknya, mengalami 6 bulan 'malam hari' non-stop tanpa ada 'siang hari'.

Kok bisa begitu ?

Bumi yg miring 

Waktu SD mungkin kita pernah diperagakan oleh bapak dan ibu guru bagaimana bumi berotasi pada sumbunya dan meng-orbit (berevolusi) mengelilingi matahari. Nah, (dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada bapak/ibu guru), umumnya ada satu bagian yg terlupa. Bahwasanya, posisi bumi terhadap matahari tidak persis tegak lurus dengan sumbu rotasi bumi, tetapi agak miring sekitar 23,4 derajat. Emang pengaruhnya apa ?

 

Karena kemiringan ini, maka pada saat bumi mengelilingi matahari, sebagian daerah bumi (dengan acuan sumbu rotasi bumi) akan memperoleh sinar matahari lebih banyak dari daerah lainnya. Hal inilah yg menjadi salah satu penyebab adanya musim di bumi (panas, gugur, dingin, semi).

  1. Pada sekitar bulan Mei - Juli, matahari akan lebih banyak menyinari belahan bumi utara/BBU (>23 derajat lintang utara), sehingga pada belahan bumi utara (USA, eropa) mengalami musim panas, belahan bumi selatan/BBS mengalami musim dingin (australia).
  2. Pada sekitar bulan Agustus - Oktober, daerah cakupan sinar matahari mulai turun ke selatan dan mendekati ekuator (khatulistiwa, 0 derajat lintang). Pada sekitar tanggal 22 September, terjadi Equinox, di mana matahari akan persis berada di atas khatulistiwa. Pengaruhnya, BBU mengalami musim gugur, BBS mengalami musim semi. Pada tempat-tempat di ekuator seperti Pontianak, matahari akan terlihat persis di atas kepala anda pada jam 12 siang, sehingga bayangan tubuh akan tidak terlalu terlihat.
  3. Pada bulan November - Januari, daerah cakupan sinar matahari berada di BBS (>23 derajat lintang selatan), akibatnya di BBU akan mengalami musim dingin, sementara di BBS akan mengalami musim panas. Jadi jangan heran kalo natal di USA atau eropa itu pas musim dingin, sementara natal di australia ketika musim panas.
  4. Pada bulan Februari - April, cakupan sinar matahari mulai berpindah lagi menuju ke utara dan kembali berada persis di atas equator di sekitar tanggal 20 Maret. Equinox terjadi lagi. Kali ini BBU mengalami musim semi dan BBS musim gugur.

OK, kembali ke Midnight Sun tadi. Pada waktu musim panas, matahari lebih banyak menyinari BBU, termasuk daerah kutub utara. Akibatnya, walaupun bumi berotasi pd sumbunya, daerah ini akan tetap terkena sinar matahari lebih dari 12 jam. Pada daerah-daerah yg sangat dekat dengan kutub utara, matahari bahkan terlihat bersinar selama 24 jam penuh, dan pada daerah kutub, 'siang abadi' ini bisa berlanjut sampai setengah tahun lamanya (pertengahan musim semi - pertengahan musim gugur).

Pada saat yg sama, belahan bumi selatan mengalami musim dingin. Daerah sekitar kutub selatan akan sedikit sekali menerima sinar matahari. Kutub selatan bahkan tidak terkena sinar matahari pada periode ini. Akibat yg terjadi adalah kebalikan dari kutub utara tadi. Kutub selatan, akan mengalami 'malam abadi' selama setengah tahun.

OK. Jadi, masuk akal kan kalo matahari itu bisa menyinari kita selama 36 jam ...... asalkan pada saat itu, kita berada di kutub utara/selatan pada saat musim panas.

Apakah pada tanggal 17 oktober 2008, Amerika dan tetangga2nya akan gelap selama 36 jam ?

Tidak. Amerika utara, eropa dan asia utara berada pada akhir musim gugur pada bulan oktober ini. Siang hari akan menjadi lebih pendek, tetapi bukan berarti gelap terus-menerus. Di Barrow, Alaska (titik paling utara USA), matahari mulai tenggelam sekitar tanggal 18-19 November, dan baru terbit lagi 65-67 hari kemudian.

Pernah nonton film 30 Days of Night nggak ? Nah, walaupun kurang akurat, film itu (kecuali vampir-nya emoticon) bisa jadi contoh bagaimana keadaan 'malam abadi' pada saat musim dingin di Alaska.

Apakah fenomena ini terjadi setiap 2400 tahun ?

Seperti yg saya paparkan di atas, fenomena ini terjadi setiap tahun, bukan 2400 tahun sekali.

Apakah kita juga bisa mengalaminya ?

Ya itu tadi, kalo anda berada di kutub utara/selatan saat musim panas, anda akan mengalaminya. Gimana kalo di Indonesia ?

Karena berada pada daerah tropis, nggak jauh-jauh dari ekuator, maka Indonesia tidak akan mengalami fenomena ini. Sebab, mau bagaimanapun posisi cakupan sinar matahari, tetap saja daerah tropis menerima sinar matahari lebih banyak dari daerah manapun di Bumi ini. Itu sebabnya, temperatur di daerah tropis itu relatif hangat dan konstan sepanjang tahun. Jadi, Indonesia nggak akan pernah menikmati yg namanya salju, kecuali pada daerah-daerah tertentu misal gunung Jaya Wijaya. Itupun salju abadi karena pengaruh ketinggian gunung, bukan karena musim dingin.

Halah, sok tau lu ! Kata teman gw, Indonesia ntar bakalan mengalami musim dingin bersalju !

Kalo berdasarkan ilmu geofisika, konon lempengan-lempengan bumi terus bergerak satu sama lain, dan katanya sih ntar posisi daratan di bumi nggak akan sama seperti sekarang. Dari salah satu film dokumenter yg saya tonton (The Future is Wild), kutub selatan akan berpindah ke daerah equator sekitar 100 juta tahun lagi. Daratan Indonesia akan terpecah, sulawesi dan papua akan terus bergerak ke utara, sedang jawa, sumatera dan kalimantan akan bergabung dengan daratan india di selatan.

Dan konon (lagi), Bumi akan kembali mengalami zaman es sekitar 5 juta tahun dr sekarang.

Nah, jadi secara scientific, InsyaAllah, 5-100 juta tahun lagi, orang Indonesia akan beruntung bisa 'menikmati' musim dingin yg bersalju. Yg jelas, anda yg saat ini lg baca tulisan saya, kemungkinan besar nggak akan bisa menikmati saat-saat itu. Tanya kenapa emoticon.

-----

Okay, sekian ulasan dr saya. Capek euy 3 jam nulis ini non-stop. Kalo ada komentar, tambahan atau sanggahan, silakan komen.

Referensi :

  • http://www.arctic.noaa.gov/gallery_np_seasons.html
  • http://www.athropolis.com/arctic-facts/fact-midnight-sun.htm
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Midnight_sun
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Axial_tilt
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Equinox
  • berbagai sumber (internet, film dokumenter, buku meteorologi, dll)

Images were taken from

  • http://fc01.deviantart.com/fs11/i/2006/209/4/0/The_Midnight_Sun_by_Isilmetriel.jpg
  • http://themes.belchfire.net/screenshots/%5B4255%5DMidnight_Sun_preview.jpg
  • wikipedia.org